HARGA EMAS HARI INI NAIK TIPIS DI TENGAH RISIKO INFLASI DAN PERANG IRAN, THE FED JADI SOROTAN

WASHINGTON – Harga emas dunia bergerak fluktuatif namun tetap mencatat penguatan tipis di tengah meningkatnya risiko inflasi akibat perang dengan Iran. Kenaikan ini terjadi meskipun tekanan dari potensi suku bunga tinggi dan penguatan dolar AS membatasi ruang reli logam mulia tersebut.

Pada perdagangan terbaru, harga emas sempat terkoreksi 0,3% sebelum akhirnya rebound dan naik sekitar 1%. Sebelumnya, emas menyentuh level tertinggi dalam satu bulan, didorong lonjakan permintaan aset safe haven akibat ketidakpastian geopolitik global.

Mengutip laporan Bloomberg, Presiden Amerika Serikat Donald Trump menegaskan bahwa operasi militer terhadap Iran akan terus berlangsung selama diperlukan. Pernyataan tersebut memicu sentimen risk-off di pasar keuangan global.

DOLAR AS MENGUAT, THE FED BERPOTENSI NAIKKAN SUKU BUNGA

Di sisi lain, penguatan dolar AS dan kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah Amerika Serikat menjadi faktor penahan kenaikan harga emas. Kekhawatiran pasar meningkat seiring lonjakan harga minyak dan potensi kenaikan belanja pemerintah yang dapat memicu inflasi lebih tinggi.

Pelaku pasar kini mencermati langkah bank sentral AS, Federal Reserve, yang diperkirakan akan mempertimbangkan kenaikan suku bunga guna meredam tekanan inflasi. Trader swap bahkan telah mengurangi ekspektasi pemangkasan suku bunga dalam waktu dekat.

Suku bunga tinggi umumnya menjadi sentimen negatif bagi emas karena logam mulia ini tidak memberikan imbal hasil (non-yielding asset), sehingga kurang menarik dibanding instrumen berbunga.

KETEGANGAN GEOPOLITIK TOPANG HARGA EMAS 2026

Meski dibayangi tekanan suku bunga, ketegangan geopolitik dan konflik Timur Tengah tetap menjadi katalis positif bagi harga emas. Sepanjang tahun ini, emas telah melonjak sekitar 23%, meskipun sempat terkoreksi dari rekor tertinggi di atas US$5.595 per ons pada akhir Januari.

Analis dari TD Securities menilai bahwa instabilitas geopolitik dan kenaikan biaya energi dapat terus menopang tren bullish emas. Spekulan yang sebelumnya memangkas posisi beli berpotensi kembali masuk pasar untuk memanfaatkan momentum konflik.

DAMPAK SERANGAN IRAN KE JALUR PERDAGANGAN EMAS GLOBAL

Konflik juga berdampak pada jalur distribusi emas dunia. Serangan balasan Iran dilaporkan menyasar Uni Emirat Arab, termasuk wilayah strategis seperti Dubai yang merupakan pusat perdagangan emas global.

Gangguan penerbangan di Dubai sempat menghambat pengiriman emas, mengingat logam mulia biasanya diangkut melalui kargo pesawat penumpang pada rute London–Dubai. Jika pembatasan ini berlanjut, distribusi emas ke India dan negara-negara Asia lainnya berpotensi terganggu, mengingat UEA adalah jalur utama distribusi bullion dunia.

HARGA EMAS TERKINI DI PASAR NEW YORK

Pada penutupan perdagangan di New York, harga emas spot naik 0,95% menjadi US$5.329,08 per ons. Sementara itu, indeks dolar AS menguat 0,7%, perak melemah 4,6%, dan paladium turun tipis.

Kombinasi antara risiko inflasi, kebijakan suku bunga The Fed, dan ketegangan geopolitik membuat pergerakan harga emas diperkirakan tetap volatil dalam waktu dekat. Investor disarankan mencermati perkembangan konflik Iran dan arah kebijakan moneter AS sebagai penentu utama tren harga emas selanjutnya.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *